Pagebluk, wabah (corona)  adalah hal yang biasa dalam perjalanan bangsa Indonesia. Bukan hanya coci-18  kali ini, dahulu-dahulu juga sering terjadi pagebluk.

Tapi ritual luhur adat budaya bangsa pengusir pagebluk ini hampir saja punah, bahkan tak sedikit generasi bangsa yang tidak tahu bahwa banyak tradisi mengusir pagebluk.

Situs Ndalem Pojok bersama Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Kediri mencoba antisipasi  Covid 19 dengan paduan cara modern dan cara tradisi leluhur.

Sekaligus menghadirkan para tokoh pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu dan penganut kepercayaan demi menguatkan tali persaudaraan dan doa bersama untuk bangsa dan negara dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Sosial distancing tetap kita ikuti. Penyemprotan, cuci tangan, jaga jarak, pakai masker tetap kita ikuti. Tapi ada doa ini jangan kita tinggalkan. Ini harus dipadu.

“Negara Kesatuan Republik Indonesia ini berdasarkan Pancasila bukan berdasarkan agama. Pancasila itu bukan agama, tapi Pancasila menyuburkan semua agama di Indonesia,” ungkap Kushartono, Senin (20/4/2020).

Sebagai bangsa yang berjiwa Pancasila, maka semangat kita adalah semangat gotong royong apapun keadaan dan situasinya, jangan sampai tergerus karena ini jiwa kita.

“Termasuk dalam situasi wabah corona seperti ini,” tambah Kushartono yang juga Ketua Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) Kabupaten Kediri.

Kushartono mengatakan, para tokoh merasa perlu bertemu bersilaturahmi menguatkan rasa persaudaraan sekaligus mengadakan doa bersama

Mengadakan doa bersama bukan hanya satu agama, bukan hanya satu golongan, bukan hanya satu keyakinan tapi kita bersama-sama dalam semangat Pancasila dan Bhinneka tunggal Ika.

Ki Bukori salah satu pemuka aliran Kepercayaan mengungkapkan, saling menghormati, berdoa menurut agama dan keyakinan kita masing-masing.

“Kami mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa semoga Indonesia segera selamat dari corona,” tambahnya.

Dalam prosesi doa bersama nanti, pihak panitia akan tetap mematuhi himbauan dan pemerintah terkait PSBB.Tidak ada pengumpulan massa hanya menghadirkan 5 tokoh pemuka.

Sementara masyarakat atau umat-umat yang lain dianjurkan untuk mengikuti secara online di rumah masing-masing melalui channel YouTube dan Instragam yang telah kita sediakan panitia.

“Mohon doa restu, semoga semua ini bermanfaat. Bangsa dan negara Indonesia segera selamat dari Covid-19,” ungkapnya. De

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *