Hari ini tanggal 09 Bulan Romadlon 1441 adalah hari besar bersejarah bagi bagsa dan negara Indonesia. Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri mengajak bangsa Indonesia untuk tidak melupakan sejarah. Sebab pada tangga 09 Bulan Romadlon 1364 atau 77 tahun yang lalu Seokarno memproklamirkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang bertepatan pada tanggal 17 Agustus 1945.

“Sejak tadi malam kita mengadakan doa bersama untuk mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 09 Bulan Romadlon dan Mensyukuri Berdirinya Negara Republik Indonesia tanggal 10 Bulan Romadlon,” aku Kushartono Ketua Harian Persada Soekarno Kediri.

Menurut Kushartono ada tiga permohonan dalam doa bersama ini. Pertama mohon kepada Alloh semoga Bangsa Indonesia aman, selamat, sejahtera termasuk dari dampak Corona. Kedua, Bangsa Indonesia tetap pada jati dirinya. Ketiga bangsa Indonesia tetap memiliki Indonesia, tetap menikmati Indonesia, tetap mensyukuri
Indonesia.

“Menurut kami tiga hal ini penting sekali dan mencakup. Sebab dalam dalam situasi sulit seperti ini, tiada lain, sebagai bangsa yang berpedoman dan berjiwa Pancasila hikmah Corona ini harus betul-betul mendekatkan diri kepada Alloh Tuhan Yang Maha Esa,” tambah Kus

Sengaja Soekarno Memilih Bulan Romadlon

Mengingat peristiwa Proklamasi Kemerdekaan dalam hitungan tanggal hijriyah bulan Romadlon ini, menurut keluarga Ndalem Pojok sangat penting, karena memang tanggal 09 bulan Romadlon inilah yang jadikan alasan Soekarno memilih saat yang tepat untuk membacakan Teks Proklamasi.

“Sejarahnya kan memang Bung Karno sengaja memilih tanggal 09 Bulan Romadlon itu diyakini sebagai saat yang tepat memproklamirkan kemerdekaan. Sejarah ini yang banyak kita lupakan. Untuk itu jika kita menganut faham Soekarno ya tanggal 09 Bulan Romadlon ini tidak boleh kita lupakan,” ujar Kushartono yang juga Ketua Ketua DPC Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Kediri ini.

Menurut Kushartono Bung Karno pernah dipaksa oleh para pemuda untuk memproklamirkan kemerdekaan secepatnya. Tapi Bung Karno menolak. Bung Karno sampai diculik dan terus dipaksa tapi Bung Karno tetap menolak.

“Sampai beliau berkata. Potong leher saya. Ini leher saya. Kata Bung Karno sambil menunjukkan lehernya. Para pemuda kaget. Ada apa sampai sebegitunya. Nah ini terkait pilihan Bung Karno tanggal 17 Agustus yang bertepatan tanggal 09 Bulan Romadlon. Kan begitu sejarahnya, ada kisah ini dalam Buku Cindy Adams,” ujar Kus.

Bulan Romadlon adalah bulan yang suci dan mulia, tanggal 09 Romadlon itu jatuh pada hari Jum’at Legi. Hari Jumat dalam keyakinan leluhur adalah rajanya hari. Apalagi hari Jum’at yang ada dibulan Romodlon.

“Ini diantara alasan-alasan Soekarno mengapa memilih tanggal 17 Agustus, 09 Bulan Romadlon. Maklum Bung Karno kan percaya spiritual dan hari-hari yang menurutkan membawa keberuntungan. Sampai dia perlu pasang leher (badan),” tambahnya.

Semoga acara Doa Bersama dalam rangka mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia (09 Bulan Romadlon 1364) dan Mensyukuri Berdirinya Negara Republik Indonesia tanggal (10 Bulan Romadlon 1364) berjalan lancar dan sukses. Tidak lagi kita melupakan sejarah. Semoga Alloh Melimpahkan KeridhoanNya. Jas Merah. Salam. De

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *